Kronologis Penyerangan Wisma HMI Cab. Makassar oleh Aparat Kepolisian 8 Maret 2010
Posted by masdin in Tak Berkategori.Tags: mahasiswa
trackback

Foto: detikcom
Mungkin masih banyak yang merasa simpang siur tentang bentrokan antar Mahasiswa, Warga, dan Polisi yang terjadi di Makassar, khususnya penyerangan Wisma HMI di Jl. Bontolempangang oleh aparat kepolisian. Berikut pernyataan Ketua Umum Pengurus HMI Cabang Makassar, Amal Sakti, tentang kronologis penyerangan wisma HMI oleh aparat kepolisian, yang saya kutip dari grup Facebook “Pengurus Besar HMI”.
Rabu 03 Maret 2010
Pukul 16.30 - 20.00 WITA
Beberapa aktivis HMI dengan sejumlah Mahasiswa Universitas ‘45′ Makassar melakukan Aksi demo di depan Kampus Universitas ‘45′ Makassar yang menuntut Penyelesaian Kasus BANK CENTURY sambil memblokade jalan & melakukan aksi bakar ban. Dalam proses berjalanya aksi tersebut ada segerombol orang tak dikenal yang terindikasi sebagai anggota Densus-88 POLDA SULSELBAR yang kemudian hadir dalam kerumunan aksi tersebut, sehingga untuk menghindari provokasi maka aksi diupayakan untuk dihentikan, dan mencoba mengidentifikasi lebih lanjut orang-orang tak dikenal tersebut. Akan tetapi terjadi semacam gesekan dan kesalahpahaman antara salah seorang anggota densus tersebut dengan peserta aksi demo. Setelah berupaya melakukan negosisasi perdamaian lewat beberapa Mahasiswa senior dan aparat yg bertugas di tempat tersebut, peserta aksi tidak mendapatkan respon untuk berdamai, sehingga peserta aksi demo bertekad untuk melanjutkan aksi di depan Wisma HMI Cab. Makassar di Jalan Botolempangan No.39 Makassar. Dalam perjalanan massa ke Wisma HMI cab. Makassar, kami dibuntuti, diancam dan coba distop oleh anggota densus yang berjumlah sekitar 15 orang tersebut dengan memakai Speda Motor namun tidak berhasil.
Setibanya kami di Wisma HMI Cab. Makassar anggota Densus tersebut segera bertindak represif dengan cara memukuli semua kader HMI yang sudah berada dalam Wisma serta memecahkan kaca pintu dengan memakai gagang pistol.
Pukul 20.23 - 23.00 WITA
Karena perlakuan aparat yang begitu represif dan memasuki aula Wisma, maka kami melakukan perlawanan hingga beberapa lama kemudian para anggota densus meninggalkan Wisma dan disaat yang sama kami melakukan Aksi sebagai bentuk protes dan kecaman terhadap tindakan yang dilakukan oleh anggota densus tersebut dan kader-kader HMI yagn lain sudah mulai berdatangan di Wisma untuk membantu.
Pukul 23.00 - 22.30 WITA
Setelah beberapa lama melakukan aksi di depan Wisma, Kapolda SULSELBAR tiba di wisma HMI Cab. Makassar untuk mengamati keadaan wisma dan melakukan dialog dengan semua anggota HMI yang ada di Wisma pada saat itu dan di akhir pembicaraan Kapolda meminta agar kami ke POLWILTABES untuk melaporkan penyerangan tersebut dan KAPOLDA juga menunggu di sana untuk melakukan dialog lebih lanjut dengan anggota HMI. Namun ironisnya sesampai di kantor POLWILTABES anggota HMI yang datang untuk melapor, diantaranya Pengurus HMI Cab. Makassar yakni Ketua Umum, Sekretaris Umum dan sejumlah pengurus Presidium Cabang, lagi-lagi mendapat perlakukan represif berupa Pemukulan, penyeretan, Pengeroyokan, dan penahanan dalam ruang sel oleh aparat ke-polisi-an di POLWILTABES Makassar pada malam hari tersebut.
Pukul 23.50 – 00.00 WITA
Setelah kejadian represif kepolisian di kantor POLWILTABES itu kami kembali ke Wisma HMI Cab. Makassar untuk melakukan konsolidasi atas insiden tersebut seraya melakukan aksi demo kembali di depan Wisma HMI Cab. Makassar, dan tidak lama berselang kami kembali ke kantor POLWILTABES Makassar untuk diFisum luka-luka dan korban akibat dari insiden tadi.
Kamis, 04 Maret 2010
Pukul 09.00 – 12.00 WITA
Esok harinya karena belum mendapatkan kepastian dari pihak Kepolisian tentang insiden sebelumnya, kami kembali melakukan aksi didepan Wisma HMI Cab. Makassar dan memblokade sepanjang Jalan Botolempangan. Setelah hampir seharian melakukan aksi tetap belum ada kepastian hukum dari aparat kepolisian, akhirnya seluruh peserta aksi merasa geram dan terpicu emosi-nya dengan sepakat untuk mendatangi Polsek Ujung Pandang yang berdekatan dengan Wisma HMI Cabang Makassar. Setibanya di Polsek tersebut, karena peserta aksi yang semakin banyak sehingga tidak mampu terbendung lagi, maka terjadilah pelemparan kantor kepolisian tersebut.
Pukul 12.15 - 12.20 WITA
Setelah melakukan pelemparan di kantor Polsek, kami diserang kembali oleh aparat kepolisian. Karena jumlah aparat kepolisian tidak dapat memgimbangi massa aksi, maka pihak kepolisian mencoba untuk memprovokasi beberapa masyarakat yang jumlahnya sekitar 4 orang warga untuk melempar ke arah massa aksi. Pada saat saling lempar antar warga+polisi dan mahasiswa, tak lama kemudian jumlah aparat semakin banyak dengan memakai pakaian preman seperti pakaian warga dan mengatasnamakan diri sebagai warga yang resah akibat penutupan jalan Bontolempangan. Setelah kami bertahan cukup lama dan mencoba meminta kepada warga yang terprovokasi untuk segera keluar dari barisan polisi, aparat kepolisian (Intel) yang menggunakan pakaian preman terus berdatangan dan memberi komando untuk melempar hinggakami terdesak masuk dalam wisma dan mencoba untuk mengamankan diri serta berlindung. Secara bersamaan aparat kepolisian terus melempari Wisma HMI Cab. Makassar, dan terus merangsek masuk memporak-porandakan inventaris Wisma HMI & merusak beberapa Sepeda Motor yang diparkir di dalam Wisma HMI Cab. Makassar dan sejumlah kursi serta 1 Unit Komputer dan beberapa inventaris hilang.
Setelah tidak mampu lagi melakukan perlawanan kami yang berjumlah sekitar 23 orang terjebak di dalam area Wisma lalu kemudian ditangkap dan diamankan di POLWILTABES Makassar.
Makassar, 05 Maret 2010
Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar
AMAL SAKTI (Ketua Umum)



























Sudah dinama.
[...] Kronologis penyerangan Wisma HMI Cabang Makassar oleh Aparat Kepolisian Sebarkan artikel ini: [...]