jump to navigation

Gara-Gara Bulan Puasa Berhenti Merokok 4 Agustus 2011

Posted by masdin in Tak Berkategori.
Tags:
trackback

Jika ada yang namanya raja perokok di kampung kami, dialah orangnya, si Ucok. Mulai dari rokok cerutu sampai rokok filter, entah sudah berapa ribu batang yang dihabiskannya. Tapi anehnya, kalau dilihat dari luar tak tampak dia sakit sedikitpun. Karena itulah kebiasaan merokoknya terus langgeng sampai-sampai dia dijuluki “salle tole” yang berarti “si rokok besar” karena sering menggulung rokoknya dengan lintingan yang sangat besar, biar lebih terasa hisapannya katanya.

Si Ucok ini terkadang melakukan hal kontroversial di bulan puasa. Kira-kira 30 menit sebelum bedug magrib berbunyi acap kali asap rokok telah mengepul keluar dari mulutnya. Karena tindakan kontroversial itu sering dia mendapat teguran dari warga dan keluarganya, seperti tatkala kedapatan oleh Sulehang sedang menghisap rokok di bulan puasa sebelum bedug magrib berbunyi.

Sulehang: “Cok… Cok…, kau ini macam mana, orang belum buka kok kau sudah merokok?”

Ucok: “Tidak mengapalah bang, inikan cuma rokok, kan aku tidak makan dan asap rokok itu tak sampai ke perutku lah.”

Sulehang: “Bah… sama saja lah Cok, memang benar asap roko itu tidak masuk ke perut kau, tapi kau merasakan kenikmatan kan dengan hisapan rokok itu”?

Ucok: “Abang ini.., macam mana kenikmatan bisa membatalkan puasa bang?”

Sulehang: “Menurut yang aku tahu Cok, merokok itu memberikan kepuasan tersendiri, jadi tidak mustahil bisa mengenyangkan kau Cok”.

Ucok: “Tenang sajalah bang, gak bakalan kenyang aku hanya gara-gara rokok.”

Sulehang: “Terserah kau sajalah Cok, tapi setahuku ulama sudah memfatwakan itu, haram merokok di bulan puasa. Sayang Cok, puasa kamu tidak diterima gara-gara menghisap rokok menjelang buka puasa begini. Kamu rugilah Cok.. Rugi!”

Ucok: “Mau gimana lagi bang, aku cuma tiru itu kelakuan bang Jalil.”

Sulehang: “Siapa bilang tindakan bang Jalil itu betul, dia juga tak tahu Cok, hanya mengikuti jalan pikirannya yang sempit.”

Ucok: “Jadi aku harus bagaimana bang?”

Sulehang: “Kau harus ingat Cok, istrimu itu lagi bunting dan menurut perkiraan Dokter, dia akan melahirkan di bulan Puasa ini Cok. Apa kamu mau anakmu yang akan terlahir di bulan suci ini mendapati kamu merokok saat dia lahir? Kau harus beri contoh yang baik Cok sama anakmu, kan ada pepatah bilang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, bapaknya perokok anaknya juga perokok Cok.”

Ucok: “Waduh… tak mau aku bang, aku tak mau anakku nanti jadi perokok juga. Aku mau dia jadi ustadz seperti ustadz yang sering membawakan ceramah Ramadhan di Masjid kita itu.”

Gara-gara tak ingin anaknya yang akan lahir di bulan puasa jadi perokok juga, akhirnya Ucok memutuskan berhenti merokok dan karena saat itu awal bulan puasa dia hanya perlu menahan diri dari menghisap rokok saat buka dan sahur saja. Awalnya memang terasa berat, tetapi akhirnya si Ucok yang digelari “salle tole” itu bisa berhenti merokok juga hingga sampai lepas Ramadhan dan bisa memberi contoh yang baik pada anaknya untuk tidak merokok.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Sebarkan artikel ini:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • LinkaGoGo
  • Propeller
  • Technorati
  • De.lirio.us
  • Google
  • Reddit
  • TwitThis


Komentar»

   1. bimo - 3 Nopember 2011

emang susah bngt klo mau berhenti ngrokok