jump to navigation

Alhamdulillah yah, pernah ketemu bapak tua itu 12 Agustus 2011

Posted by masdin in Tak Berkategori.
Tags:
trackback

Dengan segala keterlambatan dan keterbatasan saya mencoba merintis kembali pendidikan tinggi yang dulu sempat terputus. Saat itu saya tengah duduk di semester 5 ketika tiba-tiba berbagai persoalan internal dan eksternal kampus memaksa saya mengambil keputusan menghentikan kuliah. Ironisnya, keputusan itu kubuat di saat saya sedang mengisi KRS di kamar kost. Setelah sekitar 6 tahun berselang, saya tiba-tiba teringat pada sebuah kejadian yang pernah kualami di sebuah bus bersama seorang bapak tua. Ingatan akan kejadian ini memberikan dorongan yang begitu kuat, sangat kuat, hingga akhirnya mampu menyuntikkan semangat baru untuk melanjutkan kembali kuliahku, sekalipun harus berjuang kembali dari nol. Inilah cerita bersama pak tua itu.

Hujan turun rintik-rintik di pagi bulan Ramadhan itu, menyertai perjalanan saya dan kakakku ke terminal bus Makassar. Setelah 3 hari belajar komputer sama kakak di kota Daeng, hari itu saya rencana akan balik ke Palopo dengan bus. Setelah mendapatkan karcis saya pun naik ke bus untuk mencari tempat duduk. Saya kebagian tempat duduk agak tengah di samping seorang bapak tua yang kalau saya taksir umunya sekitar 70an tahun. Bapak tua ini tampaknya sangat bersahabat, dan sambil tersenyum ramah beliau langsung menyapa.

Bapak Tua: “Mau ke Palopo juga yah Nak?” (Bus yang kami tumpangi memang tujuannya ke Palopo)
Saya: (Sambil tersenyum) “Iyya Pak, tapi tidak sampai di kota, sekitar 30 km lagi sebelum kota saya turun”.
Bapak Tua: “Oohh, berarti biaya karcisnya tidak sama yah?”
Saya: “Saya kurang tahu Pak, soalnya kakak yang belikan karcis tadi”.
Bapak Tua: “Oh, coba saya liat karcisnya!”
Saya: (Sambil merokoh kantong) “Ini Pak!”.

Karcis yang terlipat-lipat itu kuberikan kepada Pak Tua tanpa kubuka terlebih dahulu. Beliau mulai membuka lipatan-lipatan karcis itu, dan ketika seluruh lipatan karcis telah terbuka entah kenapa tiba-tiba ada perubahan ekspresi di raut wajahnya dan kedua bola mata di balik lensa kacamatanya seolah ingin menyampaikan sesuatu. Rasanya belum membaca sebuah katapun di karcis itu spontan dia berbalik kepadaku dan bertanya.

Pak Tua: “Ini nama kamu yah nak?” (Tanyanya sambil melongo ke nama saya yang tertulis di karcis)
Saya: “Iya benar Pak, itu nama saya.” (Sambil penasaran ada apa gerangan dengan namaku?)
Pak Tua: “Teruslah sekolah nak!”

Sungguh aku tidak menyangka kata-kata itu yang bakal keluar dari mulutnya setelah mengetahui namaku. Setelah itu dia bercerita panjang lebar tentang salah seorang putranya yang namanya sama persis dengan namaku. Beliau sangat kagum dengan anaknya itu yang sudah bisa mandiri sejak masih sekolah dan hingga akhirnya menjadi orang sukses. Bapakk Tua hendak memberikan dorongan dan semangat menunutut ilmu kepadaku lewat kesamaan nama anaknya itu dengan namaku.

Saat saya berada pada titik semangat terendah untuk melanjutkan menuntut ilmu, aku teringat akan perkataan Bapak Tua di atas dan memberikan semangat dan dorongan yang kuat, sangat kuat, untuk melanjutkan kembali pendidikanku yang terputus. Kalau Shakespeare pernah bilang “apalah arti sebuah nama”, maka bagiku nama sangat berarti. Sebuah titik balik besar dalam hidupku berawal dari sebuah nama. Orang yang pernah kuceritakan kisah ini hanya bisa bilang “Alhamdulillah yah… pernah ketemua dengan bapak tua itu”.


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Sebarkan artikel ini:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • LinkaGoGo
  • Propeller
  • Technorati
  • De.lirio.us
  • Google
  • Reddit
  • TwitThis


Komentar»

   1. ninaninoo - 13 Agustus 2011

nice,
tak ada kata trlambat,
:D

   2. titis - 25 Agustus 2011

good..tetap semangat untuk terus menimba ilmu…

   3. Runescape gold - 1 September 2011

It’s always great to meet a new friend. I’m looking forward to reading your blog AND your posts here on our cwazy, loveable but always respectable site.

   4. inicuma - 11 September 2011

semoga apa yang mejadi cita-cita sampeyan dan bapak tersebut tercapai mas, teruslah sekolah dan menuntut ilmu, semangat

   5. busanamuslim-tanahabang.blogspot - 18 Desember 2011

suatu kebetulan yg sudah diatur sama yg di Atas, semoga sukses selalu Bro…