• 1

    Dec

    Ini alasan kita perlu belajar grammar

    Kalau teman-teman sering mencari materi bahasa Inggris di Internet mungkin pernah suatu ketika Anda kesasar atau mendapatkan email tentang 7 kaidah belajar bahasa Inggris yang dicetuskan A.J. Hoge. Yang mungkin membuat teman-teman heran adalah aturan kedua yang menyatakan “do not study grammar rules”. Kemudian Anda berpikir bagaimana mungkin? Selanjutnya A.J. Hoge menjelaskan kenapa kita tidak seharusnya belajar kaidah grammar, dimana dia mengibaratkan seperti bayi yang belajar bahasa Inggris tanpa harus melihat buku grammar. Pernyataan A.J. Hoge ini kemudian mempengaruhi banyak orang dan mungkin tidak sedikit orang yagn benar-benar meninggalkan buku-buku grammar nya. Saya setuju kalau grammar bisa didapatkan secara otomatis, dan kita bisa belajar bahasa tanpa mempelajari kai
  • 30

    May

    Memperjelas Penggunaan Present Perfect Continuous Tense

    Banyak yang masih bingung tentang kapan menggunakan tensis Present Perfect Continuous. Pembahasan dan contoh berikut diharapkan dapat memperjelas masalah tersebut. 1. Kita menggunakan present perfect continuous tense untuk membicarakan tentang situasi-situasi yang telah dimulai di masa lampau dan masih sedang berlangsung, atau baru saja selesai dan mempengaruhi masa sekarang (present). Contoh: It has been rining the whole day. (maksud: masih sementara hujan) Anne is out of breath. She has been running. (maksud: ia tidak sedang berlari sekarang, tetapi dia kehabisan nafas) 2. Kita bisa menggunakan present perfect continuous tense untuk berbicara tentang tindakan-tindakan yang berulang sampai sekarang. Contoh: I have been playing football since I was twelve. (maksud: selalu bermain
  • 10

    Jan

    Penggunaan tanda apostrof (') untuk menunjukkan kepemilikan (possessive)

    Apa perbedaan antara kedua kalimat berikut (perhatikan penggunaan tanda apostrof). 1. The boy’s notes are on the table, dan 2. The boys’ notes are on the table Posisi tanda apostrof (’) pada sebuah kata benda (untuk menandakan kepemilikan sesuatu) sering menimbulkan masalah bagi para pelajar bahasa Inggris, khususnya pemula. Meski demikian aturannya sangat sederhana. Sebetulnya, kita hanya perlu menentukan apakah kata benda pemilik merupakan bentuk tunggal atau jamak dan apakah berakhiran dengan -s atau tidak dalam bentuk tertulisnya. Berikut aturan-aturannya: Jika kata benda pemilik adalah tunggal, kita selalu menambahkan “tanda apostrof + s”. Jika kata benda pemilik tidak berakhiran dengan huruf -s (dalam bentuk tertulisnya), kita selalu menambahkan &
  • 4

    Jan

    Informal Contractions (Singkatan-singkatan tidak formal dalam bahasa Inggris)

    Pada salah satu postingan terdahulu, kita telah membahas tentang contraction. Kali ini kita akan membahas tentang Informal contractions atau singkatan tidak formal yang merupakan bentuk singkat dari kata-kata lain yang digunakan orang ketika berbicara pada kondisi biasa. Singkatan-singkatan ini bukan merupakan slang (langgam/logat), meskipun sedikit mirip. Sebagai contoh, “gonna” merupakan singkatan dari “going to”. Jika kita mengatakan “going to” dengan sangat cepat, khususnya oleh penutur asli, tanpa berhati-hati mengeja setiap kata, maka kedengarannya akan seperti “gonna”. Perlu diingat bahwa ini merupakan singkatan tidak formal. Itu berarti bahwa kita tidak menggunakannya dalam pembicaraan-pembicaraan yang “benar”, dan kita
  • 22

    Dec

    Dont count your chickens before they hatch

    Mungkin ada yang bingung melihat judul di atas dan berpikir apa hubungannya dengan isi postingan ini. Apa yang Anda baca pada judul di atas bukanlah makna yang sesungguhnya. Tulisan ini sengaja di beri judul demikian karena dalam tulisan kali ini kita akan berbicara tentang “idiom”. Sebagai non-native English speaker (bukan penutur asli) yang mempelajari bahasa Inggris, kita tentu paham dengan arti dari kata-kata dan bagaimana menggabungkan menjadi sebuah kalimat yang memiliki makna yang koheren. Akan tetapi, sering kita menjumpai frase atau kalimat yang jika ditinjau kata per kata kita tahu artinya namun makna dari frase atau kalimat itu sangat berbeda dengan kata-kata yang membentuknya. Pernah dengar frase seperti “Actions speak louder than words,” atau “T
  • 27

    Oct

    Mengapa "She doesn't have" bukan "She doesn't has"?

    Seperti yang kita ketahui bahwa kata ganti orang ke-tiga (He, She, It) selalu berpasangan dengan has. Namun dalam bentuk negatif seperti pada contoh berikut, kata ganti orang ke-tiga justru menggunakan have, mengapa demikian? Mari kita perhatikan contoh berikut. Kita bisa mengatakan She has a pen. Lalu dengan pronoun He dan She mengapa “has” berubah menjadi “have” pada kalimat-kalimat berikut: She has a pen. She doesn’t have a pen. Sudah menjadi aturan bahwa ketika kita menambah “doesn’t” (not have) maka kita harus merubah has menjadi have. Tetapi, mengapa harus demikian? Mengapa kita tidak bisa mengatakan She doesn’t has a book. Jawaban sederhan terhadap permalasahan aturan grammar ini adalah bentuk Simple Present dari kata ker
  • 17

    Oct

    Dead Words (Kata mati)

    Postingan ini merupakan usulan dari salah seorang pembaca blog ini, yang meminta pembahasan tentang Dead Words. Ada beberapa kata dalam bahasa Inggris yang cenderung digunakan terlalu sering dan ekstensif sehingga kata tersebut kehilangan karakternya. Kata-kata seperti ini disebut Dead Words (kata mati). Berikut merupakan daftar beberapa kata mati dan beberapa alternatif pengganti yang sangat disarankan penggunannya ketika kita menulis. Kata Mati Alternatif a lot, lots Numerous, heaps, many scores, innumerable, much a great deal, many times, often also Too, moreover, besides, as well as, in addition to awesome, cool, rad fine, wonderful, marvelous, fantastic, excellent awful dreadful, alarming, frightful, terrible, horrid, shocking but however, moreover, yet, still, never
- Next

Author

Follow Me